tanda-tanya

Saya suka merasa aneh dengan pertanyaan seorang reporter tv. Entah sudah kekurangan bahan pertanyaan atau bagaimana. Hal ini kalo dipikir secara mendalam tenyata aneh juga. Apa keanehan tersebut? Mari kita simak.

Suka mendengar gak pertanyaan reporter tv seperti ini? Ketika seorang reporter berada di tempat terjadi bencana misalnya tsunami, si reporter kan suka mewawancarai penduduk setempat tuh. Kemudian muncul pertanyaan aneh yang dilontarkan reporter:

“Bagaimana perasaan Ibu/Bapak dengan bencana tsunami ini?”

Ini pertanyaan aneh gak? Kalo pendapat saya sih aneh. Saya sudah bisa tahu jawaban yang akan diucapkan penduduk setempat itu apa. Ya pastinya dia bilang “sedih, berduka”, gak mungkin kan dia bilang “senang, gembira sambil loncat-loncat”? :nohope:

Satu lagi. Ketika diacara kuis live interaktif di tv, si pembawa acara suka nanya ke penelepon sesaat setelah si penelepon ini memenangkan hadiah dengan pertanyaan aneh juga “Bapak/Ibu bagaimana perasaannya?”. Udah pasti si penelepon akan menjawab “Senang sekali”, gak mungkin juga si penelepon akan bilang “Aduh kecewa banget/sedih”. Aneh bukan? Ada banyak pertanyaan serupa yang sering ditanyakan terutama oleh reporter dan pembawa acara.

Hal serupa terjadi saat saya kuliah. Banyak teman-teman saya yang menanyakan materi kuliah padahal dia sendiri sudah mengetahui jawabannya. Ini sering terjadi terutama saat diskusi setelah presentasi kuliah selesai. Entah dia sadar atau tidak. Perlu diketahui juga, sebenarnya pertanyaan tersebut kurang bermakna dan berbobot menurut saya.

Konsep bertanya kan jika kita tidak tahu, kemudian kita mengajukan pertanyaan. Kalau sudah tahu ngapain juga bertanya? 🙂

Kategori : Catatan Harian

2 thoughts on “Bertanya Dengan Pertanyaan Yang Sudah Tahu Jawabannya

  1. Indah says:

    Di Sekolah menengah juga masih ada/banyak yg gitu….hoho, tapi siswa yang nanya kayak gitu jadi mencolok di mata guru. Mungkin bagi beberapa guru tsb, banyak nanya = memperhatikan. Padahal ada aja kan yang nanya cuma karna ingin nilai plus, bukan karna ingin memenuhi rasa keingintahuannya.

    1. Yopi Hasopa says:

      yang penting kita biasakan mengajukan pertanyaan yang pantas untuk ditanyakan 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *