Buku vs Modul

Thursday, 16 Feb 2012

buku tipler

Saat dihadapkan pada materi kuliah, mau tidak mau kita harus membaca materi kuliah tersebut. Disamping kita harus masuk ke kelas untuk tatap muka dengan dosen yang waktunya relatif sedikit itu, ya kita juga harus membaca materi referensi yang mendukung materi mata kuliah yang diajarkan dosen.

Terkadang dosen menyarankan untuk membaca banyak buku referensi, memakai satu buah buku sumber utama dan ada yang memakai modul saat kuliah. Saya lebih memilih dan merasa nyaman jika dosen memakai modul. Kenapa? Karena dengan modul materi yang kita pelajari akan lebih terfokus dan terstrukrur. Tapi kalo referensi dari buku, saya harus lebih banyak membaca, memakan waktu lebih banyak, belum lagi bukunya tebel-tebel, malah membuat saya malas untuk membacanya…

Dengan modul, materi kuliah yang saya pelajari terasa lebih mudah karena semua yang diajarkan dosen ada di modul. Tapi jika panduannya buku, tidak semua yang ada di buku diajarkan dosen, bahkan tidak keluar saat ujian atau tidak ada di silabus.

Memang dengan modul ada kelebihan dan kekurangannya, tapi akan lebih efisien. Karena saya tidak hanya satu mata kuliah yang di kontrak tiap semesternya tapi banyak sekali… Tinggal dihitung saja, berapa banyak waktu yang diperlukan untuk membaca hal-hal yang dirasa “tidak penting”? 😉

Kategori : Kuliah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *