Pengiriman Lazada : JNE vs RPX

Saturday, 29 Nov 2014

Berikut mungkin bisa jadi perbandingan lama pengiriman lazada yang menggunakan JNE dan RPX khususnya untuk pembelian produk Xiaomi.

JNE – Express Across Nations

JNE - Express Across NationsLazada menggunakan JNE untuk proses pengiriman flashsale Xiaomi Redmi 1s pada tanggal 11 September 2014. Ongkos kirim gratis serta menggunakan paket YES JNE. Lama pengiriman sehari udah sampai ke kosan. Tepat waktu.

RPX – One Stop Logistics

RPX - One Stop LogisticsLazada menggunakan RPX untuk proses pengiriman flashsale Xiaomi Redmi Note pada tanggal 27 November 2014. Ongkos kirim gratis dengan paket ekonomi RPX.Β Baru sampai Bandung hari Sabtu, 29 November 2014 jam 11:34WIB, sepertinya pihak RPX baru ngambil barang di gudang Lazada sehari lebih telat yakni pada tanggal 28 November 2014. Begitu mengetahui barang udah di Bandung hari Sabtu, saya langsung menghubungi pihak RPX dan membenarkan bahwa barang sudah sampai di Bandung serta dapat diambil di kantor RPX Bandung. Tak lama saya langsung meluncur ke kantor RPX di jalan sampurna karena hari Sabtu RPX buka setengah hari sampai jam 12:00WIB. Begitu tanya mau ngambil barang, eh ternyata gak bisa diambil dengan alasan harus membuka segel oleh orang yang mempunyai wewenang. Kenape gak bilang dari tadi pas telpon!!? Kuciwa. Terpaksa harus nunggu dua hari lagi, hari Senin rencananya mau ambil langsung di kantor RPXnya biar gak tambah lama lagi.

Update:
Status pengiriman RPX setelah saya ambil barangnya langsung dari kantor RPX.

***

Sedikit kecewa juga kenapa Lazada menggunakan RPX pake paket ekonomi pula. Seenggaknya pake paket next day RPX atau regular JNE lah ya. Kena biaya ongkir juga gpplah daripada hati gak tenang nunggu kiriman datang, haha… πŸ˜€

Untuk berdiskusi dan bertanya serta berbagi informasi mengenai flash sale lazada, tips n trik, testimoni, kabar pengiriman di kota Anda, review mengenai produk flash sale, dll silakan mengunjungi thread kaskus berikut : http://kask.us/hRbbI

Kategori : Catatan Harian

Menulis dan Tidak Menulis

Monday, 24 Nov 2014

Suka bingung memilih antara menulis dan tidak menulis. Serba salah juga. Jika menulis nanti disuruh dihapus lagi, jika tidak menulis ditanyain. Entahlah mana yang benar.

Kategori : Catatan Harian

Sopan Santun di Dunia Maya

Saturday, 1 Nov 2014

Akhir-akhir ini banyak kasus orang dipenjara karena ulahnya sendiri di sosial media. Banyak yang menyepelekan hal ini karena ketika di dunia maya sering diidentikkan dengan kebebasan. Iya bebas asal bebas berkreasi dan berekspresi dengan hal-hal yang positif. Berikut adalah salah satu contoh yang saya rasa kurang pantas dalam menyampaikan suatu komentar.

sampel

Miris saya melihat dan membacanya juga, meskipun cara penulisannya tidak terlalu vulgar namun saya khawatir kata-kata tidak pantas itu sudah menjadi kebiasaan bagi dirinya. Kalo udah jadi kebiasaan nanti sulit dihilangkan, duh. Kita seharusnya bisa lebih sopan lagi dalam berkomentar apalagi sebagai orang yang mengenyam pendidikan pasti sudah diajarkan mana yang baik dan mana yang tidak. Bukan hanya di dunia maya saja, di dunia nyata juga malah harus lebih saling menghormati. Hentikan dari sekarang menyapa teman atau orang lain dengan kata “coeg”, “cuk”, “zing”, dll.

Kategori : Catatan Harian

Pertanyaan yang Terlalu Umum

Friday, 31 Oct 2014

Saya sering mendapat pertanyaan yang menurut saya terlalu umum entah itu lewat email, SMS atau sosial media. Contohnya seperti ini:

Kenapa laptop saya gak bisa dinyalain?

Kenapa saya tidak bisa membuka aplikasi …?

Kenapa muncul error ya?

Kenapa sekarang game hay day tidak bisa dibuka?

Kok batere hape saya boros ya?

Hal tersebut sama saja seperti kita datang ke dokter terus hanya bilang “Saya sakit Dok, tolong beri saya resep obatnya!”. Sudah tahu keanehannya dimana? Ya, sebetulnya untuk mendapatkan solusi permasalahan dengan tepat kita harus tahu gejalanya dulu. Dokter juga akan kebingungan harus ngasih resep obat apa jika tidak memeriksanya terlebih dahulu. Apalagi saya sering mendapat pertanyaan yang hanya oneliner. Mau tidak mau saya harus balik nanya untuk mendapatkan informasi tertentu yang sebenarnya bisa langsung ditanyakan sekaligus.

Pertanyaan yang baik adalah kita jelaskan dulu masalah yang dihadapi, kemudian beri penjelasan pendukung yang lebih spesifik secukupnya. Penjelasan pendukung yaitu kemungkinan penyebab terjadinya masalah tersebut, kalo bisa sih jelaskan sedetail mungkin dan ditambahkan foto/screenshot permasalahannya.

Contohnya kek gini:

Kenapa ya setiap membuka microsoft word muncul error seperti ini? Berikut saya lampirkan screenshot error-nya. Terima kasih.

Ya semacam kayak gitu sudah membuat saya bisa ngasih solusi permasalahan yang lebih tepat. Bukannya saya malas balik nanya, cuma ya kadang-kadang menjawab pertanyaan yang terlalu umum itu kurang greget aja. Sebagai catatan saja bahwa saya bukan pakar disemua bidang.

Kategori : Catatan Harian

Buku Pelajaran Fisika

Monday, 1 Sep 2014

buku-pelajaran

Jadi ceritanya sebagai kakak yang baik haruslah membantu adiknya untuk mengerjakan PR. Kemarin saya disodorkan beberapa soal IPA (Fisika) kelas VIII Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang tidak bisa dijawab oleh adik saya. Sebagai calon guru fisika tentu menjawab pertanyaan seputar IPA terutama fisika merupakan suatu kewajiban yang tidak bisa terelakkan. Namun, saat membaca pertanyaannya terasa aneh. IMO, pertanyaan seperti itu terasa kurang cocok diberikan pada jenjang SMP. Ditambah lagi baik perintah menjawab soal dan maksud soalnya sendiri tidak jelas dan ambigu. Saya juga jadi ragu-ragu untuk menjawab pertanyaan tersebut. Ya, wajar adik saya tidak bisa menjawabnya karena memang soalnya aneh.

Kemungkinan kualitas buku yang digunakan kurang, sehingga banyak ditemukan hal aneh di dalamnya. Jadi teringat kata dosen fisika dasar saya yang mengatakan buku yang beredar saat ini, isinya sudah tidak relevan lagi, banyak terjadi miskonsepsi.

Lebih baik untuk pintar-pintar memilih buku paket yang akan digunakan. Pertanyaannya, buku seperti apakah yang layak digunakan sebagai referensi? Saya rasa buku-buku dari luar negeri yang sudah “teruji” luar dalamnya. Semoga ke depannya, kualitas buku pelajaran yang digunakan di sekolah-sekolah bisa lebih baik lagi. Saya sendiri jujur tidak bisa menulis buku, tapi setidaknya saya bisa membedakan mana buku yang nyaman digunakan dan tidak.

Kategori : Catatan Harian

Apa yang Diharapkan Dariku?

Thursday, 21 Aug 2014

135

Pada babak akhir ini sepertinya aku telah menjadi orang yang gagal. Bukan berarti tidak ada kesempatan, namun kesempatan aku sia-siakan. Entah akan ada berapa lagi kesempatan lainya yang bernasib sama. Aku menyadari sepenuhnya hal ini. Aku sangat menyedihkan. Semua orang berharap dan menyangka baik terhadapku. Apa yang aku lakukan saat ini mungkin merupakan wujud rasa frustasi serta depresiku selama ini. Masalah yang aku hadapi selama ini ingin secepatnya aku akhiri.

Semenjak beberapa bulan ini memang berbagai masalah datang bertubi-tubi. Mungkin Alloh sedang menegurku dengan ujian seperti ini. Aku harus lebih dekat lagi denganNya. Pikiran dan perasaanku saat ini sangat kacau. Aku hanya bilang baik-baik saja kepada orang lain yang menanyakan kabarku. Sengaja aku sembunyikan, karena memang masalah ini harus aku hadapi sendiri.

Badai pasti berlalu… amiin… πŸ™‚

Kategori : Catatan Harian

Honda BeAT FI White

Masalah ini sudah lama saya alami sejak 4 bulan yang lalu. Tiba-tiba ada yang aneh dengan motor matic ini yang sebelumnya baik-baik saja. Hal aneh pertama yang saya rasakan adalah ada sesuatu yang bagian motor yang tergores pada saat mau masukin motor ke garasi yang tempatnya sangat “pas” dengan lebar motor ini. Setelah diteliti ternyata standar tengah Honda BeAT ini udah melebar ke samping. Hal ini juga yang membuat sistem tuas standar tengah gak maksimal sehingga pas mau naikin motor pake standar tengah akan terasa sangat berat.

Standar tengah honda beat fi

Saya mulai mencari masalah yang sama di internet dan menemukan beberapa kasus yang sama seperti yang ada pada blog yayang125. Sepertinya memang harus dilas agar standar tengah ini lebih kuat. Namun saya hanya melepas standar tengahnya, kemudian menarik kembali batangan besi pada posisi yang ideal agar tuasnya kembali bekerja maksimal. Dan akhirnya, masalah teratasi. Motor sudah tidak menggores tembok dan sudah tidak berat saat menaikkan standar tengah πŸ™‚

honda-beat-fi-baret

Terus apa penyebab dari masalah ini? Saya juga tidak tahu persis. Mungkin saja karena bahan dan desain konstruksi standar tengah Honda BeaT yang kurang baik atu apalah. Saya bukan ahli dibidangnya. Yang jelas motor ini sudah jatuh “tikusruk” sebanyak dua kali. Yang pertama kena bagian kiri, yang kedua kena pada bagian kanan. Atau mungkin ada juga yang mengalami hal yang serupa dan tahu penyebabnya?

FYI, saya suka memakai motor ini karena motor ini ringan dan ramping sehingga enak buat selap-selip. Terus irit karena sudah pakai sistem injeksi serta suspensinya empuk banget walau motor ini sudah pernah jatuh. I Love BeAT, hehe πŸ˜€

Kategori : Catatan Harian