Ciee…

Tuesday, 1 Jul 2014

Ciee

Ciee… Kata yang sering saya ucapkan kemarin 🙂

Kategori : Relationship

Iya da aku mah apa atuh

Tuesday, 24 Jun 2014

Sering mendengar atau membaca tulisan “Iya da aku mah apa atuh”. Contoh versi lengkapnya adalah “Iya da aku mah apa atuh. Hanya butiran debu yang bergerak ke sana ke mari”.

Hal itu menunjukkan bahwa orang tersebut berusaha untuk merendahkan hatinya (bukan rendah diri ya) kepada orang lain/seseorang. Alasannya, orang yang menulis ini menganggap bahwa dirinya tidak pantas untuk berada pada posisi yang sebenernya sangat dia inginkan. Sambil berharap keinginannya dapat terkabul.

Udah segitu aja~

Kategori : Relationship

Pertemuan Kembali

Monday, 23 Jun 2014

Selesai sudah rasa penasaran saya selama ini. Dari dulu harusnya sudah saya lakukan hal ini. Rasa penyesalan sekarang harus saya terima. Ya, perjalanan percintaan saya memang tak semulus wajah artis k-pop. Penuh dengan luka-lika, halangan, rintangan, godaan, dan semacamnya harus saya hadapi diperjalanan. Sampai pada akhirnya saya sadar, waktu dan kesempatan jangan sampai disia-siakan. Harus bergerak cepat, jika tidak rasa penyesalan akan datang suatu hari nanti. Ketika rasa penyesalan itu datang kamu sudah tidak bisa berbuat apa-apa. Kamu pengen kembali ke masa lalu lewat mesin waktu doraemon adalah hal mustahil. Kamu harus menerima kenyataan pahit yang terjadi sekarang sebagai akibat dari keputusan yang kamu ambil dimasa lalu. Kamu juga harus siap dengan kemungkinan terburuk yang akan terjadi. Ya, kamu harus tegar dan sabar.

Kegalauan yang dulu menerpa dalam menentukan pilihan bisa menjadi alasan mengapa saya bisa seperti ini. Rasa egois yang dulu terlalu besar, lebih mementingkan diri sendiri. Sudah jelas-jelas di depan ada seseorang yang lebih dekat namun saya masih saja bersikap dingin. Padahal dalam hati, senang bisa terus dekat dengannya. Memang saya munafik dan gak mau mengaku kalo saya nyaman dengannya. Sejak masuk kuliah, frekuensi bertemu dengannya semakin jarang karena memang berbeda jurusan. Sulit buat ngemodus biar bisa bertemu. Dapat kabar dia aja udah seneng, apalagi bisa bertemu dan saling mengobrol. Dulu saya memang cowok pengecut yang gak bisa menyatakan perasaan saya yang sebenarnya dan terus menunda-nunda.

Sampai pada akhirnya saya mengira dia sudah tidak memiliki perasaan yang sama seperti sebelumnya karena sudah terlalu lama tidak bertemu. Saya hanya bisa melihatnya di media sosial. Lihat-lihat timeline miliknya. Sampai suatu saat saya tahu dia sudah menjalin hubungan dengan orang lain. Nyeseknya luar biasa bercampur dengan rasa penyesalan. Hanya bisa berpura-pura bahagia dan seakan-akan tidak terjadi apa-apa. Padahal dalam hati mah, jleub banget 🙁

Semenjak itu, dia masih menghubungi saya. Ya, walaupun dengan cara ngemodus juga. Saya gak berani buat nanya tentang relationship-nya. Saya pura-pura tidak tahu saja. Dia juga tidak membahasnya sama sekali. Harapan sedikit demi sedikit mulai pupus. Walaupun belum ada janur kuning melengkung, sepertinya harapan itu tersisa tinggal sedikit. Dari dulu sejak masih di sekolah menengah saya tahu dia orangnya baik dan bersemangat. Kenangan juga banyak terjadi saat SMA, teman-teman bahkan guru-guru juga banyak yang menyangka saya dan dia sudah pacaran, padahal saat itu statusnya masih berteman. Orang-orang banyak yang mendukung, dia udah ngasih kode yang udah gak kehitung, namun saya masih saja egois dan bersikap dingin padanya. Maaf 🙁

Kemarin saya punya kesempatan buat menyatakan semua perasaan saya yang terpendam, ciee… Bisa dibilang bukan kesempatan juga sih, tiba-tiba aja kata-kata “keramat” itu keluar dengan sendirinya. Saya seperti terhipnotis dan tidak bisa menahan perasaan saya lagi. Saya sudah tahu reaksi dia bakal kayak gimana. Menganggap gak percaya, bohong, pura-pura dan aneh. Wajarlah ya, dulu saya dingin sama dia dan sekarang situasinya sudah berbeda. Saya tahu, saya hanya akan membuat dia semakin bingung saja. Maaf. Ditambah lagi waktunya memang tidak tepat bahkan sudah sangat terlambat.

Saya merasa lebih dekat dengannya setelah bertemu. Hati ini meledak kuat seperti bom atom hidrogen. Kenapa gak dari dulu aja ya? Walaupun hanya sebentar saja dengannya, saya sudah merasa senang dan bahagia. Walaupun pengennya terus bersama dia, tapi kenyataannya sekarang tidak mungkin. Apakah saya harus menunggu seperti yang dulu dia lakukan?

Aneh rasanya bisa terjadi seperti ini. Seperti cerita drama. Apakah ini yang disebut dengan proses pendewasaan?

Kategori : Relationship

Sepertinya sudah lumrahnya cowok yang meminta untuk menjalin suatu hubungan spesial kepada cewek. Banyak cara buat menyatakan hal tersebut, gak perlu disebutin lah ya. Saya rasa penyebab utama cowok susah menyatakannya adalah belum yakin/takut. Takut gak diterima, takut hubungan sebelumnya rusak dan takut jadi canggung kalo ketemu. Itu mah hanya resiko saja, semua bisa diatasi. Caranya?

  1. Kalo gak diterima, ya udahlah ya… Terima dengan penuh keikhlasan. Mungkin dia gak menaruh rasa suka ke kamu dan bukan saatnya kamu menjalin hubungan spesial sama dia. Yakinkan pada dia, kalo kamu sama dia bisa terus berteman.
  2. Bersikaplah dewasa kalo ketemu, sikap kamu ke dia biasa aja, jangan tiba2 canggung. Biasakanlah seperti itu.
  3. Jadi cowok jangan pengecut. Cowok harus berani menyatakan perasaan yang sebenernya. Ya, minimal kamu mengungkapkan perasaan kamu lewat sosial media kalo dulu lewat surat. Ingat ya, tingkatan ini merupakan tingkatan paling rendah buat ngungkapin perasaan kamu. Kalo punya nyali, kamu bilang langsung ke orangnya. Kalo pengen lebih ekstrim, nyatakan perasaan kamu dihadapan orang banyak. Ada suatu kepuasaan tertentu kalo kamu melakukannya tergantung tingkatan mana yang mau kamu ambil. Pada tingkatan yang paling tinggi, kalo diterima senengnya bukan kepalang dan kalo gak diterima malunya juga bukan main 😀

Ada lagi, perasaan suka ke seseorang namun kamu gak berniat buat menjalin hubungan spesial. Perlu diungkapin gak? Saya rasa perlu, biar dia tahu dan kamu gak penasaran lagi. Mungkin semua hal di atas akan terasa sangat sulit bagi tipe orang pemalu dan pendiam. Tapi yakinlah, suatu saat kamu bisa mengungkapkan perasaan yang terpendam meskipun butuh waktu.

PESAN:
Buat para cewek, saya salut jika kamu menyatakannya duluan ke cowok. Kamu rela mengorbankan diri demi orang yang kamu sukai dan cintai. Buat para cowok, pasang antena yang bener buat nerima sinyal-sinyal dari orang yang menyukaimu. Banyak cowok yang gak peka dan berpura-pura bego gak tau apa-apa. Kasian ceweknya harus nunggu terlalu lama. Namun semuanya bukanlah hal yang sederhana, proses di dalamnya mungkin pabaliut dan membawa kamu ke dalam dunia kegalauan. Selamat berjuang! 🙂

Kategori : Relationship