Kejujuran atau Kedewasaan?

Tuesday, 19 Jul 2011

Pengalaman yang sangat berharga saya dapat akhir-akhir ini. Ketika suatu persahabatan sedang diuji oleh suatu cobaan. Pepatah mengatakan persahabatan tidak akan bisa digantikan oleh apapun. Memang benar sekali pepatah itu. Belajar dari arti persahabatan sebenarnya, saya bisa mengambil pelajaran berharga sekali dari hal ini.

Ketika dalam persahabatan terjadi suatu masalah, dan kedua belah pihak sama-sama ngototnya. Mementingkan dirinya sendiri. Apakah layak itu disebut sebagai persahabatan? Tentu tidak. Itu malah menjadi suatu permusuhan yang tak akan ada ujungnya. Memaksakan ego masing-masing, merasa tindakan dirinya sendiri benar dan ada perasaan iri. Itu bukanlah suatu persahabatan lagi.

Dan ketika kita dihadapkan kepada dua pilihan: kejujuran atau kedewasaan. Menjadi sahabat yang jujur apa adanya atau menjadi sahabat yang bersikap dewasa. Jujur dalam artian di sini adalah tidak ada kebohongan sama sekali diantara kedua belah pihak, bersikap transparan. Dan dewasa di sini berarti bersikap bijaksana dengan apa yang terjadi, ketika terjadi masalah, kita lebih memilih untuk berbohong demi kebaikan sahabat kita daripada jujur yang pada akhirnya akan menyakiti hati sahabat kita sendiri. Dan kita lebih memilih untuk jujur jika sahabat kita tidak tersinggung.

Suatu pilihan yang sangat sulit sekali memang. Tapi inilah kenyataannya, seperti ini adanya. Harus cepat-cepat membuat keputusan dengan waktu yang sangat singkat sekali. Jadi apakah kejujuran atau kedewasaan yang akan Anda pilih?

Kategori : Catatan Harian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *