Belajar Kelompok?

Ditulis pada 8 Aug 2012

Dari dulu sampai sekarang kalau belajar kelompok rasanya banyak membuang waktu percuma, banyak ngobrol ini itu lah. Alhasil belajarnya malah terbengkalai. Memang banyak sih manfaat dari belajar kelompok, salah satunya apabila mentok ngerjain soal bisa tanya ke temen lainnya.

Tapi untuk “saat ini” belajar sendiri sepertinya menjadi pilihan yang tepat, karena saya bisa konsen dengan materi yang saya pelajari. Jikalau mentok pun, paling saya kirim SMS ke temen untuk bertanya clue-nya apa. Dan nemu deh jawabnnya. Tapi kalau belajar kelompok saya jadi gak konsen sih, entah kenapa itu?

Jadi, maaf ya kalau saya menolak untuk hal ini, apalagi kalau lagi musim ujian tiba. Kalau dihari-hari biasa sih boleh-boleh aja kok. Selamat ujian :)

Kategori : Kuliah

Misteri Biarlah Menjadi Misteri

Ditulis pada 26 May 2012

misteri

Kebanyakan orang terlalu terburu-buru untuk mengungkap sebuah misteri, kemudian langsung menjelaskan misteri tersebut dihadapan orang yang belum mengetahuinya. Misteri yang sebenarnya akan diungkapkan oleh orang yang berhak malah diungkapkan oleh orang yang seolah-olah menganggap dirinya hebat dan mengetahui segalanya. Yang belum tentu juga dirinya itu benar.

Misteri memang misteri. Siapa yang tidak ingin menguak sebuah misteri. Tapi biarkanlah misteri itu menjadi misteri sampai suatu saat nanti misteri itu akan terungkap. Biarkan orang yang berhak memberi tahu misteri tersebut memberi tahu semuanya, baru kita bisa menambahkan. Jangan sok pintar, menjelaskan misteri itu oleh diri sendiri yang tidak berhak, karena hal tersebut tidak baik, tidak sopan serta tidak menghargai orang lain.

Seperti sebuah trik sulap yang sudah terbongkar rahasianya, tidak akan menarik lagi untuk disaksikan. Biarkanlah. Ini hanya menurut saya yang merasa kurang nyaman dengan keadaan seperti ini :D

Kategori : Catatan Harian

Mendewakan Berorganisasi

Ditulis pada 1 May 2012
sekolah-kaderisasi

salah satu kegiatan di sekolah kaderisasi

Harus saya akui bahwa berorganisasi itu emang penting untuk membuat “network”, silaturahmi serta melatih beberapa keterampilan tertentu dalam suatu organisasi. Tapi saya sangat risih dari dulu dengan orang yang beranggapan bahwa orang yang tidak berorganisasi adalah orang yang tidak produktif, tidak gaul, tidak ada kemauan, lemah dan sebagainya. Seolah-olah berorganisasi adalah hal yang wajib dan suatu keharusan. Mungkin karena alasan dan pertimbangan tertentu membuat orang memilih untuk tidak berorganisasi.

Saya tidak menyalahkan orang yang aktif berorganisasi, tapi saya hanya risih saja mendengar beberapa celetukan seperti yang dijelaskan di atas. Saya juga dulu ketika SMP, aktif juga kok di beberapa organisasi.

Dulu, ketika pertama masuk kuliah. Saya mengikuti program pengkaderan mahasiswa baru. Saya sangat semangat mengikuti kegiatan tersebut yang diadakan oleh himpunan. Saya rela tidak mudik beberapa bulan agar tidak bolos. Di tengah perjalanan saya dikecewakan, yang pada akhirnya membuat saya malas untuk berorganisasi lagi di himpunan. Rencana saya dari awal masuk kuliah, pengennya menjadi pengurus aktif di himpunan. Akibat rasa kecewa tersebut, saya mundur saja.

Sekali lagi, di sini saya tidak menyalahkan siapapun. Rasa kecewa yang saya alami ketika masa pengkaderan sudah tidak akan saya ungkit-ungkit lagi. Yang lalu biarlah berlalu. Saya juga selalu respect terhadap himpunan kok :)

Selanjutnya saya mengikuti organisasi di luar. Alhamdulillah saya bisa berorganisasi lagi dengan baik. Semoga tidak ada lagi kekecewaan yang itu lagi :)

Kategori : Catatan Harian

Cerita-Cerita

Ditulis pada 25 Feb 2012

cerita

Hari ini saya dan teman-teman BTCG mengadakan kumpulan di taman partere. Kami berbincang-bincang mengenai kisah dan cerita inspiratif. Dan kemudian mengambil hikmah dari kisah atau cerita tersebut.

Salah satu teman bercerita tentang perjuangan dia bersekolah hingga sampai bisa masuk ke perguruan tinggi. Sungguh cerita yang sangat inspiratif bagi saya dan teman-teman. Cerita yang membuat saya berpikir dan juga merenung.

Betapa orang-orang di luar sana yang ingin mencicipi bangku sekolah, sementara saya sudah merasakan bagaimana rasanya sekolah sampai kuliah seperti sekarang ini. Mereka harus berjuang susah payah dan berharap begitu besar. Betapa sulitnya mereka untuk mewujudkan impiannya, harapannya dan keinginannya.

Mungkin saya kurang bersyukur dengan apa yang sudah saya peroleh dan hanya terus menatap ke atas saja. Sementara saya tidak pernah menengok ke bawah. Lagi lagi saya baru sadar, dengan semua itu. Saya masuk ke UPI bisa dikatakan “mudah”, dan bagi mereka yang memiliki keterbatasan bisa jadi “sulit” dan mendapat banyak masalah serta tantangan.

Doa, perjuangan, harapan serta impian yang besar tidak menutup kemungkinan akan terwujud. Sesungguhnya Allah Maha Berkehendak dan tahu mana yang terbaik bagi kita :)

Partere, 25 Februari 2012

Kategori : Kisah

Orang Ceria

Ditulis pada 24 Feb 2012

fairy-tail

Saya sangat senang sekali ketika melihat orang yang selalu ceria, tersenyum kepada semua orang. Keceriaan tersebut tampaknya bisa menghilangkan pikiran-pikiran negatif dan mampu mengubah mood kita menjadi lebih bersemangat. Saya melihatnya seperti tidak ada beban sama sekali dan saya menikmati keceriaan itu.

Andai semua orang bisa seperti itu. Tapi tidaklah mungkin semua orang menjadi seperti itu. Bagi saya beberapa orang saja yang ceria sudah mengubah suasana menjadi lebih indah serta menyenangkan.

Saya ingin sekali menjadi orang yang selalu ceria, bagaimana dengan kamu? ;)

Kategori : Catatan Harian

Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri?

Ditulis pada 11 May 2011

Kerja KelompokKetika dihadapkan pada sebuah tugas yang harus dikerjakan. Emang tugas kan seharusnya dikerjakan. Bukan cuma dipelototin, nanti gak akan beres-beres tugasnya :nohope:.

Tugas bisa dikerjakan secara kelompok atau secara mandiri. Terkadang kerja kelompok lebih menguntungkan daripada kerja secara mandiri. Tetapi akan lain ceritanya jika kelompok tersebut tidak solid. Lebih mementingkan ego masing-masing. Hal ini memang wajar terjadi pada diri manusia. Disadari atau tidak setiap orang cenderung tidak mau menerima pendapat orang lain, merasa dirinya sendiri paling benar lah, paling pinter lah, paling bijaksana lah, paling berkuasa lah dan paling sok “ter” lainnya.

Inilah yang belakangan terjadi pada ane. Semenjak ane kuliah, ane belum menemukan kelompok yang sesolid ketika ane duduk di SMA. Kelompok yang ane jumpai saat ini lebih mementingkan egonya masing-masing. Tiap kali ane memberikan pendapat, pasti akan ditolak mentah-mentah dan gak akan digubris sama sekali. Ane dianggap sebagai benalu dalam kelompok, tak berguna bahkan menjadi beban bagi kelompok. Pada awalnya seperti berasa manis, lebih mementingkan pendapat bersama. Tetapi ujung-ujungnya saling merasa dirinya paling benar. Hal yang seperti ini yang bikin ane males kalo kerja kelompok, mendingan kerja sendiri saja, terasa lebih bebas ngerjain tugasnya juga.

(more…)

Kategori : Pengalaman