Awal mula membuat suatu blog adalah dengan pemilihan nama blog, kemudian penamaan alamat blog dan kemudian kita memilih template yang cocok lalu barulah kita memasukkan kontennya. Dalam hal pemilihan template, saat ini sudah banyak sekali yang membagikan template yang gratis sampai yang harusnya berbayar juga digratiskan (dibajak). Ya, kita tidak perlu repot-repot dan capek-capek bikin template sendiri, tinggal kita unduh saja dengan mudah template-template “gratis” yang banyak bertebaran di internet.

Yang menjadi masalahnya adalah, kita sudah terbiasa untuk tidak menghargai hasil karya orang lain. Mengerti kan maksud saya. Ya, banyak orang yang memakai template premium padahal dia tidak membayar lisensinya. Ini yang sangat disayangkan.

Pembajakan di negeri kita ini memang sulit sekali untuk dibasmi dan memang sudah menjadi budaya bangsa ini. Sulit sekali untuk menghilangkan budaya macam ini.

Kembali ke masalah penggunaan template. Saya mulai menyadari hal ini ketika karya saya juga dibajak oleh orang lain. Rasanya pengen nonjok tuh yang ngebajak saking keselnya. Analog dengan itu, para pembuat template juga ingin dihargai hak cipta nya. Meskipun itu free apalagi yang berbayar. Banyak saya temui, template-template yang menghapus backlink pembuatnya dan mengganti dengan namanya sendiri. Sungguh sangat riskan sekali bagi saya. Dan hal ini adalah membohongi orang lain serta dirinya sendiri. Kalaupun template asli sudah di utak-atik kita bisa mencantum kan “modified by …” dengan begitu kita tidak melanggar hak cipta. Tapi ini khusus untuk template yang free saja. Untuk template premium maka kita harus bayar dulu lisensinya.

Dulu saya juga seperti itu, suka mengganti nama pembuat asli template dengan nama saya sendiri, tapi setelah kejadian karya saya juga dibajak orang lain, saya mulai sadar bahwa hak kekayaan intelektual perlu dihargai. Kalo gak salah hal ini pernah diajarkan dalam pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di sekolah menengah.

Saya tekankan, bukannya saya melarang untuk memakai template premium/berbayar tanpa membayar lisensinya dan bukan pula melarang mengganti nama pembuat template dengan namanya sendiri. Tapi kembali lagi kepada hati nurani masing-masing. Bayangkan saja jika karya anda secara mentah-mentah dibajak oleh orang lain? Gak mau kan? Sekarang cobalah untuk menghargai karya orang lain. InsyaAllah orang lain juga akan menghargai anda. 🙂

Kategori : Template

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *